Kamis, 27 Juni 2019

Bahan Baku Nabati

NUTRISI BAHAN BAKU NABATI

Hasil gambar untuk pakan bahan baku nabati
Dalam membuat pakan buatan untuk ikan, harus dipertimbangkan beberapa faktor bahan bakuuntuk pakan, yaitu ketersediaan, harga yang wajar dan kandungan gizi yang cukup.Pakan ikan buatan yang diberikan dapat dikategorikan menjadi :

1.Pakan alami
, merupakan kelompok pakan yang berasal dari hewan yang berukuranrenik sampai ukuran beberapa centimeter yang di kultur atau dikumpulkan dari alam;contohnya adalah Artemia, Daphnis dan Cacing Sutra. Pakan alami ini dapat juga berasaldari tumbuhan, misalnya fitoplankton dan daun talas

2.Pakan lembek 
, merupakan cincangan ikan-ikan rucah dan cumi-cumi yang langsungdiberikan kepada ikan. Daya tahan pakan lembek ini 2 – 3 hari dalam lemari pendingin.

3.Pakan kering lengkap
, merupakan pakan berbentuk pelet, “flake” dan “crumble”dengan kadar air rendah sehingga daya tahannya bisa 3 – 4 bulan dan kandungan gizinyacukup lengkap karena dibuat sesuai dengan kebutuhan. Jenis pakan inilah yang akandikupas lebih mendalam.Bahan baku pembuatan pakan ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bahan baku nabatidan bahan baku hewani. Banyak sekali bahan baku nabati yang dapat diberikan kepadaunggas, bahan baku nabati inilah, yang menyebabkan harga pakan menjadi dapat ditekan.Dari sekian banyak bahan baku nabati, 70 – 75% merupakan biji-bijian dan hasilolahannya, 15 – 25% limbah industri makanan, dan sisanya hijauan sebagaimana layaknyabahan pakan yang berasal dari biji-bijian, bahan pakan nabati ini sebagian besar merupakansumber energi yang baik, tetapi karena asalnya dari tumbuhan, kadar serat kasarnya tinggi.Sebagai sumber vitamin, beberapa bahan berbentuk bijian atau lahannya tidaklah
mengecewakan.

1. Jagung kuning
Selain jagung kuning, masih ada 2 warna lagi, pada jagung (Zea mays), yaitu jagungputih dan jagung merah. Diantara ketiga warna itu, jagung merah dan jagung putih jarang terlihat di Indonesia. Jagung kuning merupakan bahan baku ternah dan ikan yangpopuler digunakan di Indonesia dan di beberapa negara. Jagung kuning digunakansebagai bahan baku penghasil energi, tetapi bukan sebagai bahan sumber protein,karena kadar protein yang rendah (8,9%), bahkan defisien terhadap asam amino penting,terutama lysin dan triptofan.Kandungan nutrisi jagung :
•Bahan kering : 75 – 90 %
•Serat kasar : 2,0 %
•Protein kasar : 8,9 %
•Lemak kasar : 3,5 %
•Energi gross : 3918 Kkal/kg
•Niacin : 26,3 mg/ TDN : 82 %
•Calcium : 0,02 %
•Fosfor : 3000 IU/kg
•Asam Pantotenat : 3,9 mg/kg
•Riboflavin : 1,3 mg/kg
•Tiamin : 3,6 mg/kgSebagai sumber energi yang rendah serat kasarnya, sumber Xantophyll, dan asamlemak yang baik, jagung kuning tidak diragukan lagi. Asam linoleat jagung kuningsebesar 1,6%, tertinggi diantara kelompok biji-bijian.

2.Dedak halus
Dedak merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia,sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya. Dedak mengandung bagian luar berasyang tidak terbawa, tetapi tercampur pula dengan bagian penutup beras itu. Hal inimempengaruhi tinggi-rendahnya kandungan serat kasar dedak
 Kandungan nutrisi dedak :
•Bahan kering : 91,0 %
•Protein kasar : 13,5 %
•Lemak kasar : 0,6 %
•Serat kasar : 13.0 %
•Energi metabolis : 1890,0 kal/kg
•Calcium : 0,1 %
• Total Fosfor : 1,7 %
•Asam Pantotenat : 22,0 mg/kg
•Riboflavin : 3,0 mg/kg
• Tiamin : 22,8 mg/kg
Kandungan serat kasar dedak 13,6%, atau 6 kali lebih besar dari pada jagung kuning,merupakan pembatas, sehingga dedak tidak dapat digunakan berlebihan. Kandunganasam amino dedak, walaupun lengkap tapi kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhanikan, demikian pula dengan vitamin dan mineralnya.

3.Bungkil Kacang Kedelai
Selain sebagai bahan pembuat tempe dan tahu, kacang kedele mentah mengandung“penghambat trypsin” yang harus dihilangkan oleh pemanasan atau metoda lain,sedangkan bungkil kacang kedelai, merupakan limbah dari proses pembuatan minyakkedelai.Kandungan nutrisi bungkil kacang kedelai :
•Protein kasar : 42 – 50 %
•Energi metabolis : 2825 - 2890 Kkal/kg
•Serat kasar : 6 % Yang menjadi faktor pembatas pada penggunaan kedelai ini adalah asam aminometionin.

4.Bungkil Kacang Tanah
Merupakan limbah dari pengolahan minyak kacang atau olahan lainnya. Kualitas bungkilkacang tanah ini tergantung pada proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak.Disamping itu, proses pemanasan selama pengolahan berlangsung, juga menentukankualitas bungkil ini, selain dari kualitas tanah, pengolahan tanah dan varietas kacang itusendiri.Kandungan nutrisi bungkil kacang tanah :
•Bahan kering : 91,5 %
•Protein kasar : 47,0 %
•Lemak kasar : 1,2 %
•Serat kasar : 13,1 %
•Energi metabolis : 2200 Kal/kg
Kadar metionin, triptofan, treonin dan lysin bungkil kacang tanah juga mudah tercemaroleh jamur beracun Aspergillus flavus.

5.Minyak Nabati
Penggunaan minyak diperlukan pada pembuatan pakan ikan yang membutuhkanpasokan energi tinggi, yang hanya dapat diperoleh dari minyak. Minyak nabati yangdigunakan hendaknya minyak nabati yang baik, tidak mudah tengik dan tidak mudahrusak. Penggunaan minyak nabati yang biasanya berasal dari kelapa atau sawit padaumumnya berkisar antara 2 – 6 %.

6.Hijauan
Sebagai bahan campuran pakan, kini hijauan mulai dilirik kembali, karena ternyatasampai batasan tertentu hijauan dengan protein tinggi dapat mensubstitusi tepung ikan.Hijauan yang dimaksud antara lain azola, turi dan daun talas, yang bila akan digunakan

harus diolah terlebih dahulu, yakni pengeringan (oven atau panas matahari) tapi tidakboleh merusak warna, lalu penggilingan dan pengayakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar